Pemerintah Aceh Bertakziah ke Rumah Alm Waled Bakongan


BAKONGAN – Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri S.Ag MH, melakukan takziah ke rumah ulama Kharismatik Aceh, Almarhum Tgk H Marhaban Adnan atau akrab disapa Waled Bakongan, Jumat (27/08/2021) pagi tadi, di Komplek Dayah Raudhatul Muna, Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan.

Kepada keluarga dan ahlil bait, Zahrol menyampaikan salam dan rasa duka mendalam atas kepergian Waled dari Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT yang saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. “Saat ini Bapak Gubernur di Jakarta, masih ada beberapa urusan yang mendesak untuk dilaksanakan, maka Pak Gubernur menyampaikan salamnya kepada kita semua serta rasa duka mendalam atas kepergian Waled ke haribaan Allah SWT,” ujar Zahrol.

Gubernur berpesan bahwa Pemerintah Aceh sangat berterima kasih terhadap kontribusi Allahuyarham Waled Marhaban untuk Pemerintah dan Rakyat Aceh selama ini. “Karena itu mari kita semua mengirimkan do’a untuk Waled,” ungkap Zahrol menyampaikan pesan Gubernur kepada keluarga.

Waled Marhaban merupakan sosok ulama yang mampu menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Aceh. “Beliau sangat ahli dalam membangun silaturrahmi baik dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Dimensi silaturrahmi beliau sangat tinggi, berbagai kalangan sangat dekat dengan Waled. Banyak sudah ide-ide dan saran dari Waled dalam mengisi pembangunan Aceh baik saat konflik maupun pasca MoU damai,” ungkap Zahrol.

Pada kesempatan itu, Zahrol mengungkapkan agar para santri dayah Aceh dapat mengikuti teladan yang telah dicontohkan oleh Waled Marhaban. Beliau sangat baik berkomunikasi dengan berbagai kalangan dan sangat terkenal dalam membina hubungan silaturrahmi. Sudah banyak kiprah Waled dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Yang paling berkesan Waled merupakan salah seorang ulama yang merintis jalan menuju Damai Aceh, sempat beberapa kali bertemu dengan Presiden RI saat itu, Abdurrahman Wahid (Gusdur). “Khusus kepada santri dayah Raudhatul Muna, selepas kepergian waled agar tetap semangat dalam beut seumeubeut, sehingga nanti para santri dapat meneruskan cita-cita Waled dalam memajukan Aceh di bidang Pendidikan Dayah,” harap mantan Kepala Biro Isra Setda Aceh ini.

Teungku Aji Mubarak yang merupakan anak tertua dari Waled Marhaban, dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas perhatian yang telah diberikan oleh Gubernur dan Pemerintah Aceh selama ini. “Kami sangat mengapresiasi terhadap sumbangsih berupa saran-saran dan nasehat Waled terhadap Pemerintah Aceh, biarlah itu menjadi ladang amal bagi Waled,” tutur Teungku Aji.

Waled Marhaban merupakan Alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan dan Dayah MUDI Mesra Samalanga Bireuen. Di MUDI Mesra, Waled mengabdi selama 17 tahun. Semasa mondok di Dayah MUDI, sehari-hari Waled sering mendampingi Allahyarham Abon Aziz Samalanga, Pimpinan Dayah MUDI saat itu. Selepas kepergian Abon, Waled Marhaban kemudian pulang kampung dan mendirikan Dayah yang diberi nama Raudhatul Muna yang terletak di Gampong Ujong Pulo, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. Waled memimpin dayah Raudhatul Muna hingga beliau tutup usia pada 24 Agustus 2021 yang lalu.

Untuk Selanjutnya Dayah Raudhatul Muna akan dipimpin oleh anak tertua dari Waled Marhaban yakni Teungku Aji Mubarak, yang juga merupakan lulusan Dayah MUDI Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Tampak hadir mewakili Pemerintah Aceh melayat ke rumah duka diantaranya Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar, Sekdis Pendidikan Dayah Aceh Azhari S.Ag M.Si, Sekdis DLHK Aceh Ir Anizar MP, KPH Wilayah VI DLHK Aceh Irwandi SP MP, Anggota Majelis Akreditasi Dayah Aceh Tgk Ilham Mirsal dan jajaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh lainnya.