Perjalanan “Indonesia Harmoni” Tinggalkan Provinsi Kaltim


Samarinda – Perjalanan keliling Indonesia dengan mengusung slogan “Indonesia Harmoni dari Aceh ke Papua” pada hari ini Sabtu 21 Agustus 2021 telah meninggalkan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur menuju Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Sebelumnya, DR Kamaruzzaman Bustamam Ahmad dan isteri Fitri Zulfidar, hingga tiba di Kota Samarinda dari Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu siang (18/8/2021) dan menginap semalam untuk bersilaturahmi dengan pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim.
Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan sepanjang 190 Km menuju Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Perjalanan selama 7 jam menuju Kabupaten Berau dilalui dengan selamat tanpa rintangan dan tiba pada Jumat sore. Setelah menginap di kota akhir Provinsi Kaltim, pagi ini roda sepeda motor Kawasaki yang ditunggangi memasuki Kota Tanjung Selor, yang merupakan ibu kota provinsi Kaltara.
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad atau yang akrab disapa KBA, selain sebagai akademisi yang mengajar di beberapa perguruan tinggi di Aceh, juga merupakan Ketua FKPT Aceh.
Dengan motor besarnya, keduanya tiba di Samarinda setelah melalui perjalanan ratusan kilometer dari Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan.
Tiba di Samarinda sekitar pukul 12.30 Wita, langsung dijamu oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim untuk makan siang sebelum menuju hotel tempat menginap.
“Perjalanan kami tiba di Samarinda sudah selama 22 hari sejak dari Banda Aceh. Kami hanya berkendara pada siang hari. Jadi malam hari kami menginap di beberapa tempat. Perjalanan Indonesia Harmoni ini didukung oleh Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad atau yang akrab disapa KBA, mengatakan perjalanan Indonesia Harmoni ini selain melihat secara langsung setiap daerah yang dilalui, juga bertujuan untuk mengenalkan tugas dan fungsi FKPT sebagai organisasi pencegahan terorisme yang merupakan perpanjangan tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar 3 bulan ini, jelasnya sangat didukung oleh BNPT dalam perijinan dan beberapa dokumen perjalanan. Perjalanan yang ditempuh dari Banda Aceh hingga Kaltim, menurut KBA, tidak ada kendala yang berarti.
“Hanya mengalami kerusakan pada roda saat di Padan. Selebihnya, hambatan cuaca berupa hujan saja. Kalau hujan, yang kami khawatirkan turunnya kesehatan, seperti pilek. Tapi kami membekali dengan vitamin dan obat-obatan serta istirahat pada malam hari,” ucap KBA.
Dijelaskan KBA, ide perjalanan “Indonesia Harmoni dari Aceh ke Papua” tercetus saat Rakernas FKPT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan terus menggelinding berkat dukungan Kepala BNPT, Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H dan seluruh FKPT di Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur karena mendapat dukungan BNPT dan teman-teman FKPT di daerah. Waktu yang singkat saat menginap di beberapa kota di Kalimantan, tidak cukup untuk melihat keindahan setiap kota yang kami lalui. Namun, inilah waktunya menjalin persaudaraan dan mendapatkan teman-teman baru,” ujarnya haru.
Di Samarinda, KBA dan isteri Fitri Zulfidar diajak berkeliling kota Samarinda yang dibelah oleh Sungai Mahakam pada malam harinya. Selain melihat kemegahan Masjid Islamic Center dan beberapa obyek lainnya. FKPT Kaltim juga melihat keberadaan warung khas Aceh dan komunitas warga Aceh di Samarinda. Keduanya juga diajak makan hidangan khas sungai seperti ikan patin bakar dan udang. Tentunya juga tidak lupa mencicipi buah durian Lai yang eksotis di tepi Sungai Mahakam.
Pada Sabtu pagi, perjalanan “Indonesia Harmoni dari Aceh ke Kota Merauke, Papua” bertolak menuju provinsi paling Utara di Kalimantan. Rencananya, di kota Tanjung Selor nantinya akan bertolak ke Kota Tarakan, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Pulau Sulawesi.(YA)