Suburban ; Perlunya Antisipasi dan Peran Aktif Masyarakat Terhadap Potensi Permasalahan Menonjol di Daerah


Blang Pidie – Mencermati situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya terkait dengan potensi dan gejala munculnya permasalahan menonjol di daerah, maka seharusnya segera kita antisipasi secara bersama – sama antara pemerintah kabupaten dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Efendi melalui Suburhan, SH, Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Aceh pada Kegiatan Dialog Isu Aktual di Aceh Angkatan IX di Aula Bappeda Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, (06/8/2021).

 

Diperlukan peran serta aktif masyarakat serta peningkatan kapasitas kelembagaan seperti forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) dalam upaya melakukan deteksi dini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini Di Daerah, dimana pemerintah daerah, instansi/lembaga terkait, unsur intelijen dan seluruh elemen masyarakat juga ikut andil terlibat dalam deteksi dini dan cegah dini setiapa potensi permasalahan menonjol di daerahnya. Sambungnya!

 

Disisi yang lain dengan kondisi pandemi Virus Covid-19 yang telah menjangkit diseluruh dunia, dimana semua negara dalam keadaan terpuruk, baik dari sisi ekonomi, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan yang memerlukan penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan. maka dengan hal itu, diperlukan masukan dan peran serta dari seluruh elemen masyarakat dalam penanganan dampak dari pandemi covid-19 baik dari sisi sektor ekonomi, keamanan maupun sosial kemasyarakatan, khususnya di Aceh.

 

Kami juga mengharapkan peran serta kita semua dalam mensosialisasikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, kebersihan, dan patuh terhadap protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran virus covid-19 dan dampak-dampak pandemi lainnya. Lanjut Suburhan.

Hal senada disampaikan oleh Zulkarnaini, M. Ec, Dev selaku Kasubbid Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi dan Kebijakan Strategis, menurutnya tujuan pelaksanaan Dialog Isu Aktual Di Aceh Angkatan IX Tahun 2021, adalah :

1. Mengumpulkan informasi dan masukan dari seluruh stakeholder dan komponen masyarakat lainnya terkait isu-isu aktual yang berkembang di aceh, khususnya di kabupaten aceh barat daya;

2. Bersama-sama mencari jalan keluar dan pemecahan dari setiap masalah yang ada di kabupaten aceh barat daya;

3. Memperkuat koordinasi dan kerjasama antara pemerintah aceh dengan seluruh stakeholder dan komponen masyarakat lainnya dalam penanganan setiap isu-isu penting dan potensi konflik yang ada;

 

Kegiatan dialog isu aktual ini terlaksana berkat kerjasama antara Badan Kesbangpol Aceh dengan Badan Kesbangpol Aceh Barat Daya serta dukungan dari stakeholder maupun isntansi/lembaga terkait, yang mana pada dialog kali ini secara khusus mengusung tema” Peran Sinergi Pemerintah Dengan Masyarakat Dalam Kewaspadaan Dini Di Daerah ”.Tutup Zul!

 

Peserta Dialog Isu Aktual di Aceh Angkatan IX Tahun 2021, seluruhnya berjumlah 50 orang, terdiri dari : unsur polres, kodim, kejari, babinsa, babinkamtibmas, intelijen, skpk, forum-forum, LSM/ormas, mahasiswa, jurnalis dan tokoh-tokoh kemasyarakatan, serta menghadirkan Narasumber dari Unsur Badan Kesbangpol Aceh, Polres Aceh Barat Daya dan Badan Kesbangpol Aceh Barat Daya. Kegiatan Dialog ini dibuka Langsung Bupati Aceh Barat Daya, dalam hal ini diwakili ole Ir. Muslim, M.Si, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdakab Aceh Barat Daya.