Sekda Aceh: Menghadapi Pandemi Harus Dengan Perubahan Perilaku


Aceh Tengah – Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, mengingatkan semua pihak, bahwa perubahan perilaku sangat penting dalam menghadapi pandemi. Oleh karena itu, Sekda mengajak semua pihak untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Taqwallah, usai mengikuti dzikir dan do’a bersama Aparatur Sipil Negara, di jajaran Pemerintah Aceh, yang rutin digelar setiap pagi sebelum melaksanakan aktivitas kedinasan. Karena sedang melakukan kunjungan kerja, hari ini Sekda mengikuti dzikir dan do’a di Aula SMK Negeri 1 Takengon, Senin (2/8/2021).

“Jangan takut yang terlalu berlebihan, sehingga tidak beraktivitas apa-apa, tidak bekerja. Tapi, jangan pula menganggap remeh covid-19, dengan tidak mematuhi prokes karena dalam menghadapi pandemi ini memang harus dengan perubahan perilaku. Mari secara bersama-sama kita ikuti vaksinasi dan jadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru dalam keseharian kita,” kata Sekda.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak para kepala sekolah, untuk mencari formulasi belajar mengajar yang baik di masa pandemi.

“Sebagaimana kita ketahui, untuk mencegah penyebaran covid-19 Pemerintah melakukan sejumlah pembatasan. Dalam situasi seperti ini, para kepala sekolah harus memiliki kiat agar proses belajar mengajar tetap terus bisa berlangsung. Di masa pandemi, tugas tenaga pengajar jauh lebih berat, karena kita harus beradaptasi dengan sistem belajar baru, yaitu secara daring,” kata Sekda.

Sementara itu, terkait tampilan sekolah Sekda mengapresiasi suasana di SMKN 1 yang terlihat asri dan nyaman. “Secara kasatmata, SMKN 1 sudah Bereh.”

Pelaksanaan dzikir berlangsung dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Sekda turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri, Komisaris Independen Bank Aceh Syariah Mirza Thabrani serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Aceh Tengah dan Bener Meriah, sejumlah Kepala Sekolah tingkat SMA, para pengawas sekolah dan dewan guru di SMKN 1 Takengon.

Testimoni Kepala Sekretariat BRA

Pada kesempatan tersebut, para peserta dzikir dan do’a bersama juga mendengarkan testimoni Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh Syukri, selaku penyintas covid-19.

“Saya merasakan sakit kepala yang luar biasa. Temperatur tubuh sangat panas, seluruh sendi saya sakit. Kondisi ini membuat saya tidak bisa tidur selama dua hari dua malam, sedikit saja beraktivitas langsung lelah. Baru berjalan lima langkah saja langsung kelelahan. Pada hari kelima saya melakukan swab dan dinyatakan positif. Di hari enam rasa sakit semakin menjadi-jadi,” ujar Syukri.

“Alhamdulillah, setelah minum obat, di minggu ketiga sudah jauh lebih baik dan hari ini kami sudah kembali beraktivitas di kantor,” sambung Syukri.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh itu menambahkan, ini merupakan kali kedua dirinya terpapar covid-19. Sebelumnya, di tahun 2020 dirinya juga pernah terpapar, namun tanpa gejala apapun.

“Sudah dua kali positif covid-19, tahun 2020 lalu sudah pernah positif tapi tidak bergejala. Namun kali ini berbeda, meski tidak mengalami sesak namun gejala dan rasa sakitnya luarbiasa. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, sebagai ikhtiar kita melindungi diri, agar terhindar dari paparan covid-19,” imbau Syukri.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, dr Isra Firmansyah menjelaskan, hingga pagi ini jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUDZA sebanyak 102 orang.

“Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 102 orang. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, saat ini RSUDZA sudah mengaktifkan ruang Pinere 6 dengan jumlah kamar 22 unit. Saat ini, total rawatan pasien covid-19 sebesar 62 persen,” ujar Isra.