Dialog Isu Aktual; Perlunya kewaspadaan dini dari daerah


Tapak Tuan – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh kembali menggelar kegiatan Dialog Isu Aktual di Aula Gedung Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan kedelapan, dimana tujuh diantaranya telah kita laksanakan di beberapa kabupaten/kota lainnya, dan alhamdulillah berjalan dengan sukses. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Aceh Drs. Mahdi Efendi melalui Zulkarnaini, M. Ec, Dev selaku Kasubbid Kewaspadaan dini, Analisis evaluasi dan kebijakan strategis mengungkapkan, hal ini tidak terlepas dari peran serta dukungan semua pihak. Baik yang berasal dari Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota, stakeholder terkait serta peserta dialog, sehingga kegiatan sukses terlaksana sampai angkatan ke-VIII hari ini, (29/7/2017).

Menurut Zulkarnaini, Dialog Isu Aktual ini secara khusus mengusung tema ”Peran sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam kewaspadaan dini di daerah”. Dengan narasumber dari unsur Badan Kesbangpol Aceh, Badan Kesbangpol Aceh Selatan dan unsur Polres Aceh Selatan, serta dihadiri oleh 50 (lima puluh) orang peserta. Terlihat yang hadir pada Kegiatan Dialog Isu Aktual di Aceh Angkatan ke-VIII di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan antara lain, Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardhanto Nugroho, SH., MH, Asisten I Pemerintahan Setdakab Aceh Selatan Erwiando, SE, S.Sos, Kaban Kesbangpol Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos., M.Si, Pasiter 0107 Kapten. Infantri Priya Utama, Kasu Katup Kejari Aceh Selatan Agung Gumelar, SH, serta beberapa komponen lainnya yang mewakili Polres, Kodim, Kejari, Babinsa, Babinkamtibmas, Intelijen, SKPK, Forum-Forum, LSM/Ormas, Mahasiswa, Jurnalis dan Tokoh-Tokoh Kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.

Zulkarnaini juga menjelaskan, bahwa dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada hakikatnya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dari tujuan pembentukan tersebut kita pahami bersama, bahwa upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia melalui penciptaan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan syarat pokok pencapaian tujuan daerah berikutnya. Hal tersebut dilaksanakan melalui pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah termasuk untuk mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat yang tenteram, tertib dan teratur.

Keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan. Demi terciptanya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman, yang membangun kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dapat meresahkan masyarakat.

Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpol Aceh selama ini telah mengumpulkan data-data dan memetakan daerah-daerah yang memiliki permasalahan menonjol sesuai dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan Keamanan (ipoleksosbudhankam). Mencermati situasi dan kondisi yang ada di Kabupaten Aceh Selatan terkait dengan potensi dan gejala munculnya permasalahan menonjol di daerah, maka harus segera kita antisipasi secara bersama – sama antara pemerintah kabupaten dengan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Aceh Selatan, sambung Zulkarnaini!

Saya berharap adanya peran serta aktif masyarakat serta peningkatan kapasitas kelembagaan seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam upaya melakukan deteksi dini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 46 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini Di Daerah, Dimana Pemerintah Daerah, Instansi/Lembaga Terkait, unsur Intelijen dan seluruh elemen masyarakat juga ikut andil terlibat dalam deteksi dini dan cegah dini setiapa potensi permasalahan menonjol di daerahnya.

Disisi yang lain dengan kondisi pandemi virus Covid-19 yang telah menjangkit diseluruh dunia, dimana semua negara dalam keadaan terpuruk, baik dari sisi ekonomi, maupun kehidupan sosial masyarakat yang memerlukan penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan. Maka dengan hal itu, diperlukan masukan dan peran serta dari seluruh elemen masyarakat dalam penanganan dampak dari pandemi Covid-19 baik dari sisi sektor ekonomi, keamanan maupun sosial kemasyarakatan, khususnya di Aceh, terang Zulkarnaini!

Kami juga mengharapkan peran serta kita semua dalam mensosialisasikan dan mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, kebersihan, dan patuh terhadap Protokol Kesehatan guna menekan angka penyebaran virus Covid-19 dan dampak-dampak pandemi lainnya, tutupnya.