Kapolda Buka Vaksinasi Massal Sektor Jasa Keuangan di Aceh


BANDA ACEH – Kapolresta Banda Aceh, Joko Kristianto, atas nama Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada membuka secara resmi vaksinasi massal tahap 2 Sektor Jasa Keuangan di Aceh, di Gedung Banda Aceh Conventions Hall, Senin 26/07/2021. Vaksinasi yang digelar bersama Pemerintah Aceh itu, akan dilangsungkan hingga 30 Juli nanti.

Hadir dalam seremonial pembukaan vaksinasi tersebut Asisten III Sekda Aceh, Irdam Iskandar Muda, Kapolresta Banda Aceh, Dandim 0101/BS, Kepala BI Perwakilan Aceh, Kepala OJK Provinsi Aceh dan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Joko Kristianto, dalam sambutannya mengatakan, atas arahan presiden kepada industri jasa keuangan, agar mengkoordinir seluruh pegawai, keluarga besar dan nasabah untuk mengikuti vaksinasi covid-19. “Menjadi komitmen bersama untuk mendukung vaksinasi di Aceh, guna mengantisipasi pandemi ini.”

Selaku salah seorang pimpinan satgas covid-19 Aceh, Kapolda Aceh menyambut baik vaksinasi yang digelar sektor jasa keuangan itu.

“Terima kasih kepada OJK atas sinergitas yang dibangun. Semoga memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh,” kata Joko.

Kepala OJK Provinsi Aceh, Yusri, mengatakan, atas arahan Presiden Joko Widodo, pihaknya bersama sektor jasa keuangan di Aceh menyelenggarakan vaksinasi ini covid-19. Dalam arahannya, presiden meminta agar sektor jasa perbankan bisa men vaksin sekitar 10 juta masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah seluruh Indonesia sudah bergerak. Selain melakukan vaksinasi bagi pegawainya, tentu juga kepada keluarga dan nasabah,” ujar Yusri.

Untuk Aceh, pihaknya meminta sebanyak 5.000 dosis vaksin. Kementerian kesehatan kemudian mengirimkan 4.987 dosis yang bakal diberikan pada masyarakat Aceh. “Vaksinasi ini akan dilakukan mulai hari ini hingga 30 Juni nanti,” kata Yusri.

Yusri berharap, dengan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, TNI dan Polri, seluruh masyarakat Aceh kembali sehat dan kegiatan ekonomi kembali menggeliat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani, mengatakan vaksinasi covid-19 sangat penting bagi Indonesia, di mana, pandemi membuat ekonomi Indonesia terkoreksi hingga 60 persen.

“Semua aktivitas perdagangan turun drastis,” kata Sarwani. Penggunaan pembiayaan dan penggunaan kartu debit juga turun termasuk penggunaan kartu kredit yang turun hingga 40 persen.

Sarwani menyebutkan, betapa pentingnya event vaksinasi covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia. Beberapa negara maju di dunia seperti Amerika dan di Eropa telah mencapai hard imuniti karena vaksinasi covid telah mencapai 70 persen dari penduduk. Terbukti negara-negara itu perekonomiannya kembali tumbuh.

Indonesia pun sedikit ketiban untung dari pulihnya ekonomi beberapa negara tersebut. Misal nilai ekspor batu bara Indonesia juga naik. “Vaksinasi yang kita gelar ini tentu untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Sarwani.

Sarwani mengatakan jika Indonesia tidak berhasil mencapai target herd imumunityi, aktivitas ekonomi Indonesia akan sulit untuk tumbuh. “Kalau kita tidak berhasil vaksin sesuai target, aktivitas ekonomi kita bisa lebih jelek lagi. Itu alasan betapa pentingnya vaksinasi ini menggerakkan ekonomi kita.