Pasien Covid-19 di Aceh Bertambah 107 Orang, 24 Dirawat di RICU


Banda Aceh—Pasien Baru Coronavirus Disease 2019  (Covid-19) bertambah lagi 107 orang di Aceh. Mereka terkonfirmasi positif virus corona dari hasil uji swab cairan hidung dan tenggorokan dengan RT-PCR. Sementara itu, pasien dalam perawatan di Aceh saat ini sudah mencapai 1.280 orang, 24 orang di rawat di RICU, dan satu orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Kamis (6/5/2021).

“Penambahan kasus positif baru dengan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh kian tak proporsional,” katanya.

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, penambahan pasien baru yang membutuhkan perawatan hari ini saja 107 orang,  sedangkan yang sembuh hanya 38 orang.  Begitu juga kemarin, pasien baru Covid-19 bertambah 91 orang, sementara yang sembuh hanya 18 orang. Ini tidak proposional, lebih banyak sakit daripada yang sembuh, ujarnya.

Akibatnya, lanjut SAG, pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan meningkat. Pasien yang sedang dirawat di ruang Intensive Care Unit (RICU) Rumah Sakit Umum Daerah sebanyak 24 orang. Mereka memakai sekitar 29,3% dari jumlah tempat tidur RICU yang tersedia, sebanyak 82 unit di Aceh.

Sementara pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi PINERE kini 254 orang, atau 38,2 persen dari 665 tempat tidur yang tersedia. Pemakaian tempat tidur tertinggi di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, selaku rumah sakit rujukan utama di Aceh. Pasien yang kini dirawat di RSUDZA sebanyak 61 orang, yakni sembilan pasien  di RICU dan 52 lainnya PINERE.

Secara matematis masih tersedia tempat tidur dan ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di pelbagai rumah sakit rujukan yang ada di Aceh. Hal ini karena penderita Covid-19 di Aceh umumnya, 78,28 persen, dari 1.280 kasus aktif adalah OTG (Orang Tanpa Gejala) atau yang positif Covid-19 dengan gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit, jelasnya.

Kemudian SAG mengatakan, meski masih tersedia tempat tidur rumah sakit, tidak lantas berharap sakit dan mengabaikan protokol kesehatan. Tempat tidur yang tersedia sedapat mungkin tidak pernah dipergunakan. Strategi jitu menghindari tempat tidur rumah sakit yakni memproteksi diri dengan perisai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Protokol kesehatan satu-satunya cara efektif mencegah Covid-19 untuk menghindari perawatan di ruang isolasi rumah sakit,” ujar SAG.

 

Akumulasi Covid-19

Kemudian, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  6 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 11.589 kasus/orang. Para penyintas, yang sembuh dari Covid-19 sebanyak  9.849 orang. Pasien masih dirawat 1.280 orang, dan penderita yang meninggal dunia mencapai 460 orang.

Penambahan data akumulatif tersebut sudah termasuk 107 kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh bertambah 38 orang, dan satu orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus positif  baru tersebut meliputi warga Banda Aceh 17 orang, Aceh Barat 14 orang, Aceh Besar 12 orang, warga Aceh Tamiang dan Lhokseumawe, sama-sama 10 orang. Kemudian warga Aceh Tengah tujuh orang, warga Gayo Lues dan Nagan Raya, masing-masing enam orang.

Kemudian, warga Aceh Jaya lima orang, Aceh Utara empat orang, Aceh Tenggara tiga orang, warga Aceh Selatan dan Pidie, sama-sama dua orang. Selanjutnya, warga Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan warga Aceh Barat Daya, masing-masing satu orang. Sedangkan lima lainnya warga dari luar Aceh.

Sementara 38 pasien yang dinyatakan sudah sembuh meliputi warga Banda Aceh 19 orang, Pidie 12 orang, Bireuen empat orang, dan kemudian tiga lagi, masing-masing satu orang warga Aceh Tamiang, Aceh Besar, dan warga Aceh Singkil.

“Satu orang yang dilaporkan meninggal dunia, 24 jam terakhir, yakni warga Pidie,” tambah SAG.

Lebih lanjut ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 722 orang, meliputi 635 orang sudah selesai isolasi, 10 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 8.930 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.735 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan 47 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.