Tim Penggerak PKK Aceh : Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi Untuk Kematangan Berpikir dan Bertindak


BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Karena itu, seorang perempuan harus memiliki pendidikan yang baik untuk menunjang kematangan berpikir ataupun bertindak, baik itu dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.
Hal itu disampaikan Dyah saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Women’s Talk yang mengusung tema ‘Peran perempuan dalam pengembangan sumber daya manusia Aceh’ di Balee Keurukon Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Kamis (8/4/2021).

Dyah menjelaskan, pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan dikarenakan mereka adalah contoh bagi anaknya, yang juga berperan penting dalam mendampingi suami baik dalam pekerjaan ataupun sekadar komunikasi dalam bertukar pendapat. Melalui ilmu pengetahuan dan gelar pendidikan itu, perempuan juga akan mampu berkarir dan hidup mandiri dengan tidak bergantung pada orang lain.

“Kelak perempuan akan jadi seorang ibu yang berperan di garda terdepan dalam memberikan pendidikan awal untuk anak. Ibu adalah contoh bagi anaknya jadi pendidikan adalah hal penting. Perempuan pun akan bisa hidup mandiri,” kata Dyah.

Perempuan, kata Dyah, adalah aktor strategis dalam pembangunan. Ia juga merupakan aset, potensi, dan investasi bagi sebuah keluarga bahkan negara. Perempuan dapat berkontribusi secara signifikan sesuai kapabilitas dan kemampuannya, untuk ikut memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa.

Dyah menjelaskan, saat ini keterlibatan perempuan dalam setiap hal, sudah dijamin oleh perundang-undangan No. 26 tahun 2004 tentang desa: tepatnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Bahkan, perempuan menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, seperti dalam dunia politik saja, kata Dyah saat ini perempuan sudah dijamin melalui 30 persen keterlibatan perempuan dalam parlementer.

“Bahkan di dalam Islam sendiri ada hadist, siapa yang paling dihormati adalah Ibu yang disebutkan hingga tiga kali, itu menunjukkan betapa pentingnya peran perempuan,” ujar Dyah.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Lulusi, mengatakan, tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada pengembangan kualitas dan karakter perempuan.

Maka itu, karakter yang bagus akan tercermin dalam setiap aksi yang dilakukan, karenanya pendidikan karakter bagi perempuan sangatlah penting untuk menunjang setiap aspek kehidupan.

Ia menyebutkan, karakter moral seperti akhlaq, iman, taqwa, jujur, rendah hati, harus benar-benar dijalani dalam hidup. Selain itu juga karakter kinerja, dengan bekerja keras, ulet, tangguh, disiplin, kerja tuntas, dan tak mudah menyerah. Yang terakhir kompetensi, dengan selalu mengedepankan kritis dalam menyikapi sesuatu secara kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, agar terhindar dari penularan Covid-19.