Bunda PAUD Aceh Disambut Wis Meusirap dan Shalawat Murid TK Negeri Pembina Kutacane


KUTACANE – Sepasang bocah lengkap dengan pakaian adat khas Aceh Tenggara, menyambut ramah Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, di gerbang Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Kutacane.

Dengan senyum mengembang, kedua bocah mengalungkan Wis Meusirap, kain syal khas Aceh Tenggara ke Bunda PAUD Aceh itu.
Sembari menunduk, Dyah Erti tersenyum. “Terima Kasih, cantik dan ganteng sekali anak-anakku,” ucap Dyah ramah, Rabu (7/4/2021).

Di sisi lain, beberapa murid berbaris dan bershalawat, mengiring langkah Dyah Erti yang turut didampingi oleh Bunda PAUD Aceh Tenggara Rosmala Dewi, menuju ruang belajar.
Sebelum ke Aula, Dyah sempat singgah ke beberapa ruang belajar dan menyapa beberapa murid, bernyanyi dan menanyakan cita-cita para murid.

“Cita-citanya bagus semua, ada yang ingin jadi dokter, polisi dan banyak lagi. Untuk mencapai cita-cita tersebut, anak-anakku harus banyak makan makanan yang bergizi. Harus banyak makan ikan, telur dan sayuran ya,” ujar Dyah Erti berpesan disambut anggukan para bocah yang tampak begitu ceria menyambut kedatangan Bunda PAUD Aceh itu.

Sementara itu dalam sambutannya, Dyah Erti mengingatkan para orangtua, tentang pentingnya pendidikan PAUD sebagai pondasi bagi anak untuk menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Apalagi, saat ini Pemerintah telah meluncurkan Program PAUD Holistik Integrasi (HI), yang mencakup lima layanan, yaitu lima Layanan Pendidikan, Layanan Kesehatan, Gizi dan Perawatan, Layanan Pengasuhan, Layanan Perlindungan dan Layanan Kesejahteraan.

“PAUD HI mencakup berbagai hal, termasuk upaya pencegahan stunting. Ingat, pencegahan stunting bukan semata fokus pada tumbuh kembang tubuh, tetapi yang terpenting adalah tumbuh kembang otak anak. Oleh karena itu, asupan makanan bergizi seimbang harus benar-benar kita perhatikan sejak dini, sebagai upaya kita mempersiapkan generasi Aceh yang siap bersaing secara global di masa mendatang,” ujar Dyah Erti.

Dyah Erti mengingatkan, bahwa tumbuh kembang otak terjadi sejak janin di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Berdasarkan penelitian, 80 persen pertumbuhan otak terjadi selama 1000 hari pertama kehidupan anak atau disebut juga sebagai periode emas perkembangan otak anak. Oleh karena itu, penting memberikan asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan otak anak.

“Untuk itu, penting sekali kita memperhatikan asupan gizi anak. Kepada pihak sekolah, kami imbau agar saat pemberian makanan tambahan jangan hanya bubur kacang hijau karena selain pertumbuhan tubuh, di masa saat ini pertumbuhan otak anak juga terus berkembang. Anak-anak kita membutuhkan asupan protein hewani yang cukup, terutama yang terkandung pada ikan,” imbau Dyah.

Agar anak gemar makan ikan, Dyah mengimbau para orangtua untuk menyajikan penganan olahan berbahan dasar ikan. Dyah meyakini, beragamnya menu yang dihidangkan akan membuat anak gemar makan ikan. Dengan demikian, kebutuhan protein anak akan terpenuhi.

Sementara itu, kepada para guru dan orangtua yang mendampingi para siswa, Dyah Erti berpesan tentang pentingnya mempersiapkan pendidikan anak sejak dini.

“Sejak dini, pendidikan anak harus kita persiapkan. Sebagai orangtua, kita tentu selalu ingin memberikan yang terbaik buat buah hati tercinta, kita tentu ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik dari kita. Untuk itu, sejak dini.