Asisten II Sekda Aceh Terima Branch Manager, Saudia Airline Beri Sinyal Hadir di Aceh


BANDA ACEH – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi, Rabu (7/4/2021) hari ini, menerima kunjungan silaturrahmi Branch Manager maskapai penerbangan Saudia Airline Medan, Sabrina Pasaribu.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Asisten II itu, turut diikuti oleh Kadis Perhubungan Aceh Junaidi, dan Kepala Biro Perekonomian Amirullah.

Mawardi mengatakan, Pemerintah Aceh sangat terbuka dan menyambut baik setiap tawaran kerja sama atau kemitraan yang dapat mendorong peningkatan jumlah kedatangan atau kunjungan ke Aceh.

Apalagi, kata Mawardi, saat ini pemerintah Aceh sedang gencar mengusahakan pembenahan infrastruktur untuk meningkatkan jumlah kunjungan baik itu untuk wisata maupun hanya transit saja.

“Jadi apapun itu terkait adminitrasi kami pemerintah provinsi siap membantu. Kami menyambut baik jika Maskapai Saudia Airline yang ingin membantu Aceh, apalagi jika bisa memfasilitasi jamaah umrah asal Aceh,” ujarnya.

Ia menyebutkan, 90 persen dari 5,3 juta jumlah penduduk Aceh beragama Islam, dan sebagiannya setiap tahun sering melakukan ibadah umrah. Karena itu, dengan hadirnya maskapai Saudia Airline diharapkan akan memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat Aceh untuk  melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Sementara itu, Branch Manager maskapai penerbangan Saudia Airline Medan, Sabrina Pasaribu, mengatakan, kedatangannya itu untuk menawarkan kerjasama dengan Aceh untuk menjadi feeder bagi mobilitas masyarakat Aceh, baik itu untuk ibadah haji maupun umrah ke Saudi Arabia.

“Selama ini jamaah banyak mampir ke Malaysia, dikarenakan Aceh belum ada direct flight yang ke Jeddah maupun Madinah,” kata Sabrina.

Ia mengatakan, selain traffic penumpang dari, dan ke Saudi Arabia baik itu perjalanan ibadah, tourism, coorperate, dan tenaga kerja, tidak menutup kemungkinan Saudia Airline juga akan memberikan pelayanan kargo.

Menurut Sabrina, Aceh memiliki potensi yang sangat bagus, karena kondisi geografis dan budaya keislaman yang sangat erat dengan Negara Saudi, bahkan Aceh juga disebut sebagai Serambi Mekkah.”Jadi saya rasa sangat cocok kami hadir di sini,” ujarnya.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, agar terhindar dari penularan Covid-19.