Dispar Kota Banda Aceh Dorong Usaha Wisata Miliki Sertifikasi CHSE


BANDA ACEH, kitanews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh mendorong semua usaha pariwisata di ibu kota Provinsi Aceh itu memiliki sertifikasi CHSE (cleanlines, health, safety, environment sustainbility).

“Sertifikasi CHSE merupakan jaminan bahwa pelayanan usaha pariwisata memenuhi protokol kebersihan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” kata Kepala Dispar Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Jumat (8/1/2021).

Iskandar mengatakan CHSE merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program CHSE ditujukan untuk pelaku pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan lainnya.

Di Kota Banda Aceh, kata Iskandar, sudah beberapa hotel mengikuti proses sertifikasi dan dua di antaranya sudah memiliki sertifikat CHSE. Proses sertifikasi itu dilakukan tim yang dibentuk pemerintah.

“Kami berharap semua hotel, restoran maupun usaha pariwisata lainnya di Kota Banda Aceh mengikuti sertifikasi CHSE. Sertifikasi CHSE akan memberikan keuntungan bahwa pelayanan yang diberikan terjamin,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata sudah melakukan sosialisasi program sertifikasi CHSE. Sosialisasi tidak hanya ditujukan kepada pengelola usaha pariwisata, tetapi juga masyarakat maupun aparatur desa.

Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh Azwani Awi juga mengajak kalangan pelaku pariwisata di provinsi itu mengikuti program sertifikasi CHSE.

“Sertifikasi CHSE merupakan kompetensi bagi pelaku pariwisata yang usahanya dinilai bersih, sehat, aman, serta menjamin kelestarian lingkungan,” kata Azwani Awi.

Menurut Azwani, wisatawan akan merasa yakin terhadap usaha pariwisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE. Apalagi di saat pandemi COVID-19 yang kini masih berlangsung.

“Kami mengajak pelaku usaha pariwisata di Aceh mengikuti program sertifikasi CHSE. Wisatawan merasa yakin menggunakan jasa jika usaha pelaku pariwisata memiliki sertifikat dan kompetensi diakui,” kata Azwani Awi.[ant]