Sarapan Sereal Bantu Tingkatkan Kesehatan Anak, Mitos atau Fakta?


Jakarta – Memberi sarapan sereal menjadi pilihan banyak orangtua. Selain bentuk dan rasanya yang memang memikat anak-anak, cara penyajiannya yang praktis juga membuat orangtua tak segan memberikannya.

Sebagian besar produk sereal yang dijual di pasaran diklaim terbuat dari biji-bijian utuh yang menyehatkan dan menyediakan gizi seimbang untuk anak.

Bagaimana fakta sebenarnya?

Kebanyakan sereal memang terbuatdari biji-bijian, seperti gandum, jagung, beras, atau obat.

Meski demikian, pembuatan sereal memerlukan pemrosesan tinggi yang membuat vitamin dan nutrisinya hilang.

Sereal juga mengandung gula tambahan tinggi yang bisamemicu berbagai masalah kesehatan.

Kandungan zat aditif dan pengawet di dalam sereal juga tinggi. Tentunya, hal itu juga berpotensi membahayakan kesehatan.

Selain itu, beberapa merek sereal terpopuler masih mengandung butylated hydroxyanisole (BHA) dan butylated hydroxytoluene (BHT), yang meningkatkan risiko kanker.

Tips memilih sereal sehat untuk anak:

Untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi, orangtua harus berhati-hati dalam memberikan sereal untuk si buah hati.

Berikut tips memilih sereal sehat untuk anak:

1. Jangan percaya label

Sebagian besar seral dijual dengan label yang seolah-olah menyehatkan, seperti “protein tinggi”, “rendah lemak”, “terbuat dari gandum utuh”.

Padahal, label tersebut hanyalah taktik pemasaran agar produk laku. Faktanya, sereal yang dijual seringkali mengalami pemerosesan tinggi dan kaya akan gula yang bisa merusak kesehatan.

2. Baca komposisi

Satu-satunya cara untuk menentukan apakah sereal itu sehat atau tidak adalah dengan membaca komposisinya.

Produsen telah terikat aturan agar mencantukam bahan dan jumlah beratnya. Oleh karena itu, sebelum membeli orangtua disarankan membaca daftar komposisi. Hal ini penting untuk membatasi asupan zat aditif dan gula yang dikonsumsi anak.

3. Perhatikan Ukuran Porsi

Rasa seral memang dirancang untuk memikat anak. Itu sebabnya, makanan praktis ini seringkali dikonsumsi berlebihan.

Untuk mencegahnya, orangtua harus memastikan ukuran porsi setiap penyajian. Selain itu, hindari menambahkan pemanis karena seral udah dilengkapi dengan gula yang tinggi.[kompas]