[Opini] Audio Visual dalam Pembelajaran Tematik


Oleh: Monasari, S.Pd

PEMBELAJARAN tematik di Sekolah dasar merupakan pembelajaran yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa bidang studi yang berbeda. Mengingat peserta didik yang berusia dibawah 12 tahun masih berada pada taraf berfikir konkrit maka dengan pembelajaran tematik diharapkan peserta didik akan belajar lebih bak dan bermakna. Namun kenyataannya, selama ini pembelajaran tematik di sekolah dasar cenderung membosankan karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan hanya berpedoman pada buku teks siswa saja. Sehingga peserta didik tidak memiliki ketertarikan pada materi yang disampaikan dan berdampak pada rendahnya hasil belajar yang terlihat dari hanya beberapa peserta didik yang mampu mencapai nilai ketuntasan belajar minimal(KBM).

Upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah merancang pembelajaran semenarik mungkin dengan penggunakan media pembelajaran yang tepat. pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan, materi pembelajaran, karakteristik peserta didik, waktu, biaya dan suasana kelas. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam penyampaian pembelajaran kepada peserta didik adalah media audio visual.

Media audio visual adalah media yang dapat didengar dengan indera pendengaran dan dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan seperti video animasi, film pendek, powerpoint. Oleh karena itu media audio visual dianggap sebagai pilihan terbaik karena dapat menyajikan gambar bergerak dan berwarna diiringi suara dan tulisan untuk memperjelas informasi dan sesuai dengan berbagai karakteristik peserta didik.

Peserta didik akan lebih antusias belajar ketika guru memberikan contoh yang nyata, misalnya guru menyajikan video organ peredaran darah manusia yang menampilkan jantung berdetak, darah mengalir didalam pembuluh darah dan paru-paru yang sedang bekerja. Pembelajaran terasa begitu kontekstual, penuh makna sehingga peserta didik dapat menyerap materi dan mampu menyimpulkan apa yang telah dipelajari, sehingga hasil belajar atau nilai evaluasi semakin meningkat.

Akan lebih baik jika kepala sekolah memfasilitasi dengan sarana dan prasarana yang memadai, mengikutsertakan guru dalam berbagai workshop terkait pengembangan media audio visual sehingga kreativitas guru semakin berkembang.[]

Penulis adalah Guru SD Negeri Lam Awee, Peukan Bada, Aceh Besar