BUMG di Gayo Lues Produksi Hand Sanitizer


Gayo Lues – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Sepang Kecamatan Blangkejeren binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gayo Lues, Aceh memproduksi hand sanitizer sebagai produk unggulan pada masa pandemi, dengan bahan dasar dari minyak serai wangi.

Selain hand sanitizer, BUMG Sepang juga memproduksi sabun ramah lingkungan terdiri dari 8 produk sabun padat untuk sabun mandi, sabun cair cuci piring, sabun anti septik yang berbahan dasar daun sirih. Ada juga kerawang chips atau keripik bawang yang dengan berbagai rasa.

Ketua BUMG Muharni mengatakan, BUMG ini berdiri pada tahun 2018. Sekarang, perkembangan BUMG sangat bagus, masyarakat kampung Sepang tidak mengganggur lagi dengan adanya unit usaha tersebut.

Produk-produk BUMG dibuat setiap seminggu dan sudah dipasarkan ke tingkat Kabupaten Gayo Lues, Banda Aceh bahkan sudah sampai ke Sumatera Utara. Harga jualnya bervariasi misalnya hand sanitizer ukuran 60 ml Rp20.000, sabun mandi Rp15.000, untuk jenis sabun cair seharga Rp10.000 dan keripik bawang Rp15.000.

“Selama pandemi ini permintaan hand sanitizer dan sabun anti septik sangat meningkat tapi untuk produk sabun standar saja,” sebutnya, Minggu (15/11/2020).

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Gayo Lues Aramini Fitri mengatakan, pembinaan ini merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. “Dengan adanya life skill ini mereka tidak tergoda melakukan sumber pandapatan yang tidak halal,” ucap dia.

Ia menyebutkan semua produk yang dihasilkan oleh BUMG Sepang berbahan dasar dari hasil potensi daerah tersebut misalnya dari madu, coklat, kopi, minyak serai wangi dan lain-lain. “Kita manfaatkan hasil alam setempat berdasarkan kearifan lokal, ini sesuai arahan dari Bupati Gayo Lues,” tandas dia.

Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Gayo Lues Edianto menyebutkan ada 5.200 pelaku UKM yang tersebar dengan beragam sektor. Ada yang bergerak di bidang kuliner, bordir, batu bata, pembuatan sabun, pande besi dan lain sebagainya.

Selama pandemi ini ada yang terdampak dan ada juga yang tidak, ia berharap agar semua UKM  dapat bertahan semaksimal mungkin dengan cara berinovasi menciptakan produk baru agar lebih diminati oleh masyarakat luas.

“Untuk masalah pendanaan kita sudah mengarahkan dengan program Koperasi Usaha Rakyat dan program Bantuan Presiden, kita juga terus bersinergi dengan pihak lain seperti BNN untuk sama-sama membina agar UMKM terus berkembang,” sebut dia.(InfoPublik)