Pemkab Aceh Tengah Bina Kopwan dalam Modernisasi Pengolahan Ikan Depik


Aceh Tengah – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus menggalakkan program reformasi total koperasi dan usaha kecil menengah sebagai strategi dalam membangun koperasi yang modern dan berkualitas.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkopukm) Kabupaten Aceh Tengah terus ikut andil dalam hal tersebut dengan terus membina dan memajukan semua UMKM.

Salah satunya membina Koperasi Wanita (KOPWAN) yang bergerak di bidang abon ikan depik. KOPWAN ini berada di Pasar Pagi Kampung Baru Kecamatan Lut Tawar.

Ikan depik atau nama latinnya dikenal dengan sebutan rasbora tawarensis yang kini menjadi primadona pada sejumlah pasar tradisional di daerah dataran tinggi Gayo.

Ketua KOPWAN Irawati menyebutkan ikan depik selain bisa dimasak langsung juga bisa diolah menjadi berbagai produk seperti yang diproduksi oleh KOPWAN misalnya, depik kering, depik tangkap, depik dedah, depik pengat, abon depik atau belacan depik.

“Untuk ikan depik basah kita langsung membelinya dari nelayan tradisional, selanjutnya kita olah menjadi berbagai produk unggulan dari KOPWAN,” katanya Minggu (15/11/2020).

Ia menyebutkan harga olahan ikan depik sendiri lebih terjangkau dibandingkan ikan depik basah dan kering, seperti halnya blacan ikan depik yang dibandrol dengan harga Rp15 ribu per 100gr, sementara ikan depik basah mencapai Rp150 ribu perbambu sedangkan depik kering mencapai Rp200 ribu perbambu.

Menurut Irawati selama ini, permintaan abon depik berasal dari luar takengon juga terus meningkat baik di daerah Aceh sendiri bahkan ke Jakarta.

“Mudahnya cara orderan sekarang melalui online dan pengiriman keluar kota, namun selama pandemi ini permintaannya sangat berdampak,” ucapnya.

Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop Aceh Tengah Arni Sari Lubis menyebutkan prospek UMKM sangat bagus banyak produk Aceh tengah yang di olah seperti salah satunya olahan ikan depik.

Menurutnya, di tahun ini selama pendemi, banyak anggaran pemerintah yang sudah dipangkas guna untuk penanganan covid 19. Meski demikian, pihaknya sudah mengarahkan pada bantuan Presiden yang diluncurkan Rp2,4 juta bagi 1.900 pelaku UMKM yang di Kabupaten Aceh Tengah.

“Sekarang ini kita juga sedang menanti proses usulan 11.000 pelaku UMKM yang kita usulkan untuk mendapatkan bantuan presiden tersebut,” sebutnya.[]