Muhari Pasarkan Perabotan Grupel ke Manca Negara


Aceh Tengah – Grupel merupakan pohon dengan nama ilmiahnya Lisea SP yang tumbuh di dataran tinggi Gayo tepatnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah serta memiliki keunikan tersendiri dengan nilai jual tinggi.

Kayu grupel juga menjadi salah satu komoditi unggulan di Takengon tapi untuk bahan bakunya sangat langka.

Grupel terkenal karena tekstur bunga yang terlihat di sel kayunya. Bagian pohon yang digunakan sebagai kerajinan adalah akar atau bongkol dan kayunya.

“Grupel ini begitu istimewa karena hidup pada ketinggian 700 sampai 1.700 meter dari permukaan laut, tampilan setelah jadi perabot sangat istimewa dan berkesan mewah,” jelas Muhari saat dijumpai di tempat usahanya di Kampung Tansaril Kecamatan Bebesen Aceh Tengah.

Muhari mengatakan pohon jenis ini dapat tumbuh di tanah kritis maupun bebatuan. Tingginya dapat mencapai 35 meter dengan diameter hingga 35 cm. Pohon yang satu ini memang unik dan mengeluarkan aroma wangi.

Muhari menyebutkan grupel bisa diolah menjadi perabotan rumah tangga dengan tampilan berbeda yang sangat unik dan bernilai karya seni yang sangat mewah. Ada banyak produk yang bisa dibuat seperti kursi, meja, lemari hias, bingkai foto, kaligrafi dan lain sebagainya.

Menurutnya kendala untuk pembuatan perabot berbahan kayu grupel adalah langkanya bahan dasar dan tidak mudah didapat dan tidak semua orang tahu keberadaan kayu ini.

“Bahan utamanya adalah sisi potongan kayu yang sudah sangat lama biasanya berada di hutan lebat, bagian bongkol dan akarnya digunakan atau diolah mejadi perabotan rumah tangga dengan tampilan yang elegan,” imbuhnya.

Ia mengaku produk ini telah dipasarkan ke berbagai negara seperti Malaysia dan Singapura dengan harga yang lumayan mahal. Satu set kursi tamu punya harga berkisar Rp16 juta.(InfoPublik)