Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semakin Membaik


Jakarta – Pemulihan perekonomian Indonesia, pasca terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) semakin tumbuh positif mulai pada triwulan III tahun ini. Tren pertumbuhan ekonomi ini diprediksi akan terus meningkat secara signifikan pada beberapa waktu ke depan.

“Kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan secara nyata. Sudah menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan belakangan ini,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu melalui diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Reformasi dan transformasi Ekonomi” yang diselenggarakan di Media Center KPC-PEN, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, pertumbuhan perekonomian Indonesia pada triwulan III sudah menunjukkan adanya pertumbuhan positif. Terbukti, dalam lima indikator pertumbuhan perekonomian dalam negeri yang merangkak naik secara positif antara lain konsumsi rumah tangga yang merangkak naik dari minus 5,5 persen pada triwulan kedua beranjak ke minus 4 persen, belanja pemerintah yang pada triwulan lalu minus 6,9 persen kini tumbuh positif mencapai 9,8 persen, investasi dari triwulan lalu minus 8,6 persen saat ini tumbuh minus 6,5 persen.

“Ekspor dari minus 11,7 persen pada triwulan lalu kini merangkak naik sebesar 10,8 persen, dan terakhir impor dari minus 17 persen menjadi minus 11,9 persen,” katanya.

Tumbuhnya perekonomian Indonesia saat ini, lanjut dia, karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya kebijakan stimulus fiskal yang berkaitan pemulihan perekonomian dalam beberapa waktu kedepan. Setiap kebijakan ini, rupanya sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa di tengah pandemi.

“Seluruh komponen pertumbuhan berada dalam tren positif, karena didukung sepenuhnya oleh stimulus fiskal untuk pandemi Covid-19 dan program pemulian perekonomian,” katanya.

Kebijakan yang telah diterbitkan oleh pemerintah dalam mengantisipasi masalah di atas, adalah dengan memberikan bantuan Rp695,2 triliun. Pagu tersebut dipergunakan oleh pemerintah sebagai upaya dalam menangani penyebaran Covid-19 dan juga sebagai faktor pendorong pertumbuhan perekonomian di dalam negeri.

Dari pagu anggaran yang dialokasikan pemerintah saat ini, telah terealisasi sebanyak Rp376,17 triliun. Artinya, sebanyak 54,1 persen pagu anggaran yang diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 sudah banyak tersalurkan kepada masyarakat terdampak.

Dari pagu anggaran yang telah dialokasikan, terdapat enam klaster program utama yakni kesehatan, perlindungan sosial, pemda dan sektoral, insentif dunia usaha, UMKM, dan pembiayaan korporasi. “Pemerintah berhasil merealisasi 54,1 persen anggaran tersebut,” tuturnya.

Dari semuanya ada dua klaster yang sangat cepat dilakukan penyerapan anggaran yakni Perlindungan sosial yang telah menyerap anggaran sebanyak 75,6 persen atau Rp177,05 triliun dan UMKM yang menyerap anggaran 82,4 persen atau Rp94,64 triliun. Katrena sangat terdampak kepada masyarakat kecil dan UMKM.

“Dua klaster ini yang sangat cepat penyerapan anggaran, karena memang pemerintah fokus dengan dua hak ini,” tuturnya.

Kemudian, disusul oleh sktoral kementerian atau lembaga yang berhasil menyerap Rp32,21 triliun atau 48,8 persen, kesehatan yang menyerap Rp32,15 triliun atau setara dengan 33,1 persen, dunia usaha sebesar Rp38,13 triliun atau setara dengan 31,6 persen.

“Terakhir, pembiayaan korporasi Rp2 triliun atau 3,2 persen,” pungkasnya.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).(InfoPublik)