Oktober 2020, Aceh Inflasi 0,65 Persen


Banda Aceh – Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,65 persen pada Oktober 2020. Angka itu merupakan hasil gabungan (agregat) dari tiga kota yaitu kota Meulaboh yang mengalami  inflasi sebesar 0,32 persen, kota Banda Aceh sebesar 0,62 persen dan kota Lhokseumawe sebesar 0,86 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Ihsanurijal saat menggelar acara press release berita resmi statistik secara live streaming di Aula BPS Aceh.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Pada Oktober 2020 terjadi inflasi sebesar 0,65 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,62 pada September 2020 menjadi 105,30 pada Oktober 2020,” sebutnya.

Inflasi yang terjadi di Aceh, kata Ihsanurijal, disebabkan adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,40 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok transportasi sebesar 0,10 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,70 persen,”lanjutnya.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober 2020) sebesar 2,38 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 2,36 persen. []