Sebelas Masjid Terdampak Gempa 2016 Pidie Jaya Direhab


Pidie Jaya –  Sebanyak 11 masjid di Pidie Jaya yang direhab Pemkab Pidie Jaya menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2020 totalnya Rp8,6 miliar rata-rata sudah rampung 25 persen.

Saat wawancara hal ini, Said Mulyadi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Rizal Fikar bersama Kepala Bidang Cipta Karya (Kabid-CK), Muhammad Fajri, Selasa (20/10/2020) menyebutkan, 11 masjid yang tersebar dalam lima kecamatan ini direhab karena ikut terdampak gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016.

Said Mulyadi merincikan anggaran untuk masing-masing masjid ini, yakni Masjid Baitul Ala Gampong Blang Krueng, Kecamatan Bandar Baru Rp1 miliar.

Kemudian Masjid Babul Hidayah, Gampong Lancang, Kecamata Bandar Baru Rp1 miliar, Masjid Babul Izzah Gampong Sarah Payang, Kecamatan Bandar Baru Rp765.375.000.

Selanjutnya Masjid Tgk Di Pucok Krueng, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meureudu Rp500 juta, Masjid Baitul Abidin Gampong Penteraja Timu, Panteraja Rp727.500.000.

Berikutnya, Masjid Darul Ihsan Gampong Deah Tumanah, Kecamatan Trienggadeng Rp1 miliar, Masjid Baitul Mukmin Gampong Blang Rheu, Kecamatan Ulim Rp1.678.950.000.

Selanjutnya Masjid Nurul Yaqin Gampong Masjid Tuha, Meureudu Rp500 juta, Masjid Quba Gampong Pangwa, Trienggadeng Rp502.125.000.

Kemudian Masjid Baitul Ghafur Gampong Pohroh, Meureudu Rp502.125.000 dan Masjid Baitul Saadah Gampong Jiem-jiem, Kecamatan Bandar Baru Rp500 juta.

Said Mulyadi mengatakan, sebenarnya Pemkab juga menginginkan rehab untuk Masjid Assadiq Taqwa, Gampong Sarah Manee, Kecamatan Meurah Dua.

Kebutuhan dana Rp1,950 miliar, namun karena terbatasnya anggaran, maka dana untuk rehab masjid tersebut akan diprioritaskan dalam DOKA tahun 2021.

“Sebelumnya pada tahun 2018 dan 2019, Pemkab Pidie Jaya juga telah membangun 24 masjid yang hancur akibat gempa di Pidie Jaya pada 7 Desember 2016. Pembangunan itu menggunakan DOKA sebesar Rp30 miliar,” sebut Said Mulyadi.(Infopublik)