Begini Cara Sersan Sahidin Persiapkan Anak Lulus Akmil


Banda Aceh – Tak ada hal yang lebih membanggakan bagi orangtua , selain melihat kesuksesan sang anak. Tentu jalan mencapai sukses berliku, terkadang disertai rasa sakit dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu usaha dan kerja keras dalam mewujudkannya.

Sersan Dua (Har) Sahidin, merupakan salah satu orangtua beruntung. Saat ini Ia tengah menikmati manisnya kesuksesan sang anak. Keduanya berprofesi sebagai Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Namun, pangkat sang anak jauh lebih tinggi dari sang ayah.

Figgy Heriansyah, begitu nama yang diberikan Sahidin untuk putranya. Figgy merupakan salah satu dari 245 taruna tingkat IV Akademi Militer Magelang yang dilantik Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara, Selasa (14/7/2020), menjadi perwira remaja (Paja) dengan pangkat Letnan Dua.

Berdasarkan channel youtube milik TNI AD dengan judul ‘Anakku Komandanku’ yang tayang perdana 18 Oktober 2020, kisah Figgy dan Sahidin dibagikan. Dalam tayang berdurasi 10 menit itu, secara singkat diceritakan bagaimana cara Sahidin mengantarkan anaknya menjadi taruna lembah tidar.

Dalam tayangan youtube itu, Sahidin menceritakan bahwa Ia tidak mengarahkan anaknya menjadi tentara. Semua murni keinginan Figgy.

“Karena di asrama ini kan nggak kaget lagi liat tentara. Dari SD, SMP sampai SMA, ya karena di asrama sama om-omnya (prajurit TNI) itu kan ikut lari-lari,” ujar Sahidin.

Menurut cerita sang Ayah, dalam menggapai cita-citanya itu, Figgy mendaftar ke Akademi Militer di tahun 2016 dan dinyatakan lulus untuk bergabung dan ditempa sebagai calon perwira masa depan di Kawah Candradimuka, Magelang.

“Di 2016 kemarin dia daftar Akmil, Alhamdulillah langsung keterima,” ungkapnya dengan mimik bangga.

Ditambahkan Sahidin, jauh-jauh hari Ia sudah mengarahkan agar anak menjaga dan berlatih beberapa hal yang akan menjadi materi seleksi, seperti kesehatan dan jasmani. Untuk Jasmani, Ia mengatakan ia membimbing langsung sang anak.

“Untuk kesehatan,masih SMP kelas III sudah saya chek up kan, sampai tamat SMA. Itu setiap 6 bulan sekali saya chek up kan,” ungkap Sahidin.

“Kalau yang akademiknya, orangtuanya nggak ngerti apa-apa. Mungkin dia (Figgy) yang agak ngerti akademik,” tambahnya.

Sementara, Letda Inf. Figgy Heriansyah juga menceritakan sedikit pengalamannya sebelum mendaftar di Akmil. Setamat SMA, Ia diarahkan Sahidin untuk mendaftar di Sekolah Calon Bintara (Secaba) jalur atlit. Sambil menunggu dibukanya Secaba, Ia mencoba-coba mendaftar sebagai taruna Akmil.

“Dan ternyata saya lulus sampai (pantukhir) pusat dan saya sampai sekarang lulus menjadi taruna tingkat IV,” ujarnya.(rza)