Perdana di Abdya, Gampong Ujong Tanoh Latih Relawan Gampong Cegah Covid-19


Aceh Barat Daya – Pemerintah Gampong Ujung Tanoh, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para relawan gampong dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang berlangsung di Aula Kantor Camat setempat, Minggu (18/10/2020).

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan agar relawan gampong yang ada di Kecamatan Setia faham tentang peran mereka dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di gampong,” ungkap Tgk Robet Keuchik Gampong Ujong Tanoh.

Ia mengatakan selama ini banyak relawan gugus tugas gampong masih belum mengerti tentang apa Covid-19, baik bahaya yang ditimbulkannya, maupun dalam melaksanakan program-program pencegahan secara efektif.

“Selama ini setiap gampong mengalokasikan dana untuk pencegahan Covid-19, tapi para relawan yang dibentuk tidak pernah dilatih dan dibimbing, sehingga mereka tidak tau tugasnya apa, bahkan boleh jadi ada yang tidak percaya virus corona dan bahayanya,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Setia Raifin SPd.SD dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pelatihan preventif Covid-19 ini merupakan yang perdana dilaksanakan di Abdya, dan gampong Ujong Tanoh ujung tombak pelaksananya.

“Seharusnya dari dulu gampong-gampong meminta relawannya dilatih oleh ahli kesehatan atau tenaga kesehatan. Tapi tidak dilakukan, sehingga banyak program di gampong dalam upaya pencegahan Covid 19 ini tidak efektif,” tutur Raifin.

Terlaksananya kegiatan itu berkat kerjasama Pemerintah Gampong Ujong Tanoh dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Abdya. Pemateri sekaligus Ketua IAKMI Abdya, Yulizar Kasma,SKM., M.Si, mengangkat isu yang berkembang ditengah masyarakat mengenai Covid-19.

Dalam penyampaian materinya, Yulizar juga memaparkan relawan gampong harus bergerak berdasarkan panggilan hati untuk mengedukasi masyarakat dan mencegah potensi masuknya Covid-19 di gampong.

“Relawan tidak boleh lelah untuk membuat program yang berhubungan dengan pencegah Covid-19, apa lagi ada anggarannya,” kata mahasiswa Doktoral Universitas Sumatera Utara tersebut.(sal)