Pemkab Abdya Kembali Buka Pendaftaran Bantuan BPUM, Yuk Daftar…


Aceh Barat Daya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) kembali membuka pendaftaran Bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM).

Hal tersebut disampaikan Plt Kadisperindagkop UKM Abdya Firmansyah ST melalui Kabid Koperasi dan UKM Zainal Abidin kepada KitaNews, Jum’at (16/10/2020).

“Perpanjangan waktu pendaftaran itu merujuk atas Surat Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor : 491/SM/X/2020, perihal perpanjangan waktu pendataan program bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM),” kata Zainal.

Zainal, menjelaskan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyalurkan BPUM tahap kedua melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berdasarkan PP Nomor 1 Tahun 2020.

Sebelum itu, tambahnya pihak Disperindagkop UKM Abdya juga sudah mengusulkan sebanyak 8.043 pelaku usaha mikro pada tahap pertama ke Kementerian Koperasi UKM RI.

“Tahap pertama ada 8.043 pelaku usaha mikro di Abdya yang sudah kita usulkan ke pusat,” imbuhnya.

Sambung Zainal, program bantuan modal kerja itu bertujuan untuk membantu masyarakat pelaku usaha mikro yang terdampak covid-19, dan belum terakses kredit perbankan.

“Dengan adanya program BPUM dari pemerintah pusat, maka pelaku usaha mikro tetap bisa menjalankan usahanya kembali dan mampu bertahan menghadapi fase adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan sasaran penerima bantuan tersebut, yaitu pedagang pasar, PKL, Industri/usaha rumah tangga, atau pelaku usaha yang memiliki omset dibawah 300 juta per tahun dan memiliki aset dibawah 50 juta.

Bagi calon penerima bantuan, ucap Zainal harus terlebih dahulu mendaftarkan indentitas usaha secara online.

Setelah itu, akan ada notifikasi balasan konfirmasi ke email, dan jika pendaftaran berhasil, maka akan diminta melengkapi berkas persyaratan BPUM.

“Dinas hanya menerima berkas pengajuan dari calon penerima bantuan, berkas itu kita proses dan kita ajukan dulu ke BPKP Provinsi Aceh, jika ada kekurangan pihak BPKP akan memfeedback kembali data tersebut pada kita untuk diperbaiki dan dilengkapi,” papar dia.

Selanjutnya, sambung Zainal, apabila tidak ada konfirmasi kekurangan atau kesalahan data, maka data tersebut juga dikirimkan kembali ke Disperindagkop Abdya untuk kemudian diusulkan ke pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Setelah kita mengusulkan data calon penerima bantuan modal kerja BPUM ke pusat, maka pekerjaan dinas sudah selesai,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar calon penerima bantuan dapat melengkapi berkas sesuai persyaratan yang telah ditentukan.

“Kalau sudah daftar online, segera lengkapi persyaratan dengan membawa berkasnya ke Disperindagkop UKM Abdya,” pungkas Zainal.

Syarat Pendaftaran BPUM

Adapun syarat pendaftaran bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro, berdasarkan surat pengumuman di kantor Disperindagkop UKM Abdya :

1. Warga kabupaten Abdya, memiliki NIK/KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK).

2. Memiliki usaha kategori usaha mikro yang dibuktikan dengan surat keterangan usaha dari Keuchik, dan foto tempat usaha.

3. Tidak sedang mengakses kredit perbankan.

4. Belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

5. Bukan ASN/Anggota TNI/Polri/Pegawai BUMN atau BUMD.

Pelaku usaha yang sudah mendaftar dan telah mendapatkan bantuan pada tahap sebelumnya tidak diperkenankan lagi mendaftar. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 20 November 2020.

Bagi yang telah mendaftar secara online, diminta mengantarkan bahan atau data yang dipersyaratkan dengan lengkap ke kantor Disperindagkop UKM Abdya. Apabila bahan/data tidak lengkap, maka tidak akan dapat diproses atau diusulkan.

Kemudian, data yang sudah diterima akan diusulkan ke Menteri Koperasi dan UKM RI sebagai calon penerima bantuan BPUM Abdya. Pendaftaran gratis, tidak dipungut biaya.

Pendaftaran juga bisa dilakukan secara online melalui link https://forms.gle/3tNzd4UpB8ntgL2e6 dengan hp atau komputer yang terhubung internet. (sal)