NAH Gelar Webinar Nasional Raih Kembali Kejayaan Nilam di Aceh


Aceh Barat Daya – Nilam Aceh Heritage (NAH) menggelar Seminar Web (webminar) Nasional series meraih kembali kejayaan nilam di Aceh, Sabtu (10/10/2020). Kegiatan itu mengangkat tema “Pengembangan Komoditas Unggulan Nilam Aceh untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Peningkatan Ekspor.”

Sebagai penyelenggara webinar, NAH menghadirkan 5 narasumber, yaitu Dr. Hasrati Ali SE MM Sekretaris Eksekutif TKP2K Aceh, Dr. Ir Hammam Riza M.Sc Kepala BPPT RI, Dr. Syaifullah Muhammad M.Eng dari ARC Unsyiah, dan Prof Samsul Rijal Rektor Unsyiah, serta Dr. Ir H Tarmizi A Karim MSc.

Ketua NAH Irun Sani, dalam pengantar pembuka seminar mengatakan NAH siap menjadi mitra bagi petani dan stake holder dalam pengembangan nilam di Provinsi Aceh.

“NAH siap menjadi mitra terkait dalam mengembalikan kejayaan Nilam di Aceh, dan hasil rekomendasi seminar nantinya NAH akan segera komunikasikan dan menindaklanjuti pada berbagai pihak,” kata Irun.

Sementara itu, Hammam Riza dalam penyampaian materinya menjelaskan betapa pentingnya peran inovasi dan teknologi dalam peningkatan minyak nilam yang tumbuh dengan kualitas terbaik di Aceh.

“Sebagai salah satu wujud dukungan BPPT saat ini, di ARC Unsyiah telah berdiri 1 unit mesin fraksinasi yang diresmikan langsung oleh Bapak Menristek beberapa waktu lalu,” sebut Hammam.

Diakhir sesi kata Hammam, ada banyak turunan minyak nilam dapat diproduksi secara domestik, namun menjadi Brand Dunia.

“Insyaallah kedepan ada banyak turunan dari minyak nilam yang bisa diproduksi secara lokal tetapi akan menjadi brand dunia,” ujar Hammam.

Kemudian, Tarmizi A Karim yang tampil sebagai pembicara kedua, mengupas dukungan dana desa untuk pengembangan komoditas unggulan di Aceh.

“Permendes No.13 tahun 2020, tentang prioritas dana desa tahun 2021 akan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat paca wabah, pencapaian target SDGs desa, seperti desa tanpa kemiskinan, dan desa tanpa kelaparan,” terang Tarmizi.

Selain itu, tambah Tarmizi dana desa tahun 2021 juga fokus pada Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif yang dikelola oleh Bumdes atau Bumdes Bersama.

Ia juga mengatakan pemanfaatan dana desa dapat diarahkan untuk pengembangan nilam di Aceh dimulai dengan adanya musyawarah secara berjenjang, baik ditingkat desa, kabupaten/kota, maupun Provinsi.

“Melalui Mudes atau Musyawarah Antar Desa secara berjenjang pemerintah kabupaten/kota kepada desa, dan pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota memberi pembinaan sehingga alokasi pemanfaatan dana desa diarahkan dalam mendukung pengembabgan komoditas Nilam Aceh,” tutup Tarmizi.

Sebelumnya dalam sambutannya Rektor Unsyiah Prof. Samsul Rijal menuturkan berbagai upaya yang telah dilakukan Unsyiah dalam pengembangan nilam di Aceh.

“Dalam beberapa tahun terakhir Unsyiah telah banyak melakukan berbagai terobosan baik dari keilmuan, dukungan kepada petani, mengembangkan jaringan pasar nasional dan internasional dalam upaya memperkuat nilam Aceh,” pungkas Samsul Rizal.

Kegiatan web seminar ini yang dimoderatori / host co host (Ahmad Sanusi / Edi Fadhil / Muntazar), diakhiri dengan penyerahan Sertifikat kepada Narasumber dan Secara simbolis kpd Satu peserta pendaftar pertama.

Webinar tersebut dihadiri oleh 286 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga diikuti peserta dari Australia, Turki dan Qatar.(Sal)