Aparatur Gampong di Abdya Pertanyakan Bantuan Subsidi Gaji BPJSTK


Aceh Barat Daya – Sejumlah peserta BPJamsostek atau BPJSTK dari aparatur gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan bantuan dana subsidi gaji dari pemerintah yang tak kunjung cair ke rekening tabungan bank masing-masing milik mereka.

Pasalnya, peserta bpjstk dari aparatur gampong itu sebelumnya mengaku telah terdaftar secara kolektif sebagai peserta bpjstk yang iuran kepesertaannya bersumber dari anggaran dana desa tahun 2020.

“Sebelumnya kami sudah bayar iuran dengan mendaftarkan 21 orang perangkat gampong, termasuk keuchik dan tuha peut menjadi peserta bpjstk tahun 2020 kepada pihak petugas kantor BPJSTK cabang Meulaboh,” ungkap Rian Andika (30) salah seorang aparatur gampong di Abdya kepada KitaNews, Senin (5/10/2020).

Rian menjelaskan, pendaftaran kepesertaan bpjs itu merujuk lampiran perbub Abdya tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020, salah satunya memuat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi keuchik, dan perangkat gampong sebesar Rp 1,5 juta dianggarkan oleh setiap gampong.

“Sesuai petunjuk di perbub, kami menganggarkan dana dalam APBG tahun 2020 sebanyak Rp 1,5 juta untuk ikut program kepesertaan bpjstk,” imbuhnya.

Dikatakannya, saat pendaftaran yang lalu pihak gampong bahkan belum mengetahui adanya program bantuan subsidi gaji dari pemerintah.

“Waktu pendaftaran dulu kami hanya mengikuti perintah perbub saja, dengan harapan kelak bisa memproteksi pekerja dari aparatur gampong, jadi kami saat itu belum tau ada program bantuan subsidi gaji pemerintah,” jelasnya.

Kemudian lanjut Rian, di bulan Agustus secara tiba-tiba ada permintaan data nomor rekening bank peserta oleh pihak bpjstk cabang Meulaboh untuk pengusulan subsidi gaji dari pemerintah.

Akan tetapi, setelah pihak gampong melengkapi dan menyerahkan semua permintaan data tersebut, ternyata sudah dua bulan lebih memasuki bulan Oktober, bantuan subsidi gaji tersebut kata Rian tak kunjung-kunjung dicairkan.

“Yang anehnya informasi dari teman-teman sebagian dari perangkat gampong lain ada sudah cair ke rekening, sedangkan kami masih belum,” ucapnya dengan nada kecewa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Badrunnas (29) aparatur gampong lainnya di Abdya. Ia merasa kecewa kenapa bantuan subsidi gaji dari pemerintah itu tak kunjung cair.

“Saya heran apa kendalanya, padahal saya bukan penerima bantuan kartu pra kerja, dan rekening tabungan bank yang kami berikan semuanya masih aktif,” ujar Badrun seraya ikut dibenarkan oleh sejumlah perangkat gampong lainnya dengan keluhan yang sama.

Menurut dia, pemerintah seharusnya bersikap adil dalam memberikan bantuan subsidi gaji kepada pekerja atau karyawan upah dibawah Rp 5 juta per bulan.

“Gampong lain berikan iuran Rp 1,5 juta, sedangkan kami juga sama, jadi kenapa yang lain masuk kami tidak,” tegasnya sambil bertanya.

Disamping itu, salah seorang Keuchik di Abdya Barmawi (45) kepada media ini juga turut menyampaikan hal yang sama.

“Kami tidak tau harus bertanya kepada siapa, tidak mungkin kami bertanya kepada menteri, seharusnya pihak bpjstk cabang meulaboh menjelaskan persoalan ini pada kami,” sebut Barmawi.

Ia mengungkapkan, meskipun yang mendapatkan program bantuan subsidi gaji itu bukanlah wewenangnya pihak BPJSTK, tetapi adalah keputusan pemerintah pusat melalui kementerian ketenagakerjaan (kemnaker).

Namun, pihak BPJSTK tentunya punya rasa tanggung jawab atas persoalan tersebut.

“Kami pihak pemerintah gampong yang tahunya BPJSTK, apa kendala sehingga bantuan subsidi gaji ada yang belum cair,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta pihak BPJSTK kantor cabang Meulaboh membantu menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah pusat.

Dengan demikian, harapannya bisa diproses segera oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

“Harapan kami ada upaya dari BPJSTK selaku pihak yang pengusul untuk membantu prosesnya bisa cair,” harap Barmawi.

Hal serupa juga dialami Yasin (55), yang juga salah seorang Keuchik di Abdya.

“Apabila bantuan dana subsidi gaji tidak cair juga ke rekening peserta di gampong, maka kedepan akan menurunkan kepercayaan gampong terhadap BPJSTK,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, dari total 152 gampong di Abdya, diantaranya sebanyak 119 gampong telah mendaftarkan keuchik, dan perangkat gampongnya sebagai peserta BPJSTK melalui kantor cabang BPJSTK Meulaboh.

Dari 119 gampong tersebut, berdasarkan informasi dari pihak BPJSTK cabang Meulaboh tercatat sebanyak 2.499 peserta bpjstk dari aparatur gampong di Abdya.

Di tengah pandemi covid-19 sekira tiga bulan yang lalu, menyusul adanya program pemerintah bantuan subsidi upah (BSU) kepada karyawan atau pekerja yang berpenghasilan dibawah Rp 5 juta sebagai salah satu program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Ribuan pekerja dari perangkat gampong di Abdya berbondong-bondong menyesaki beberapa bank membuka buku rekening tabungan.

Hal itu dilakukan untuk pengurusan bantuan subsidi gaji yang dimaksud via kantor BPJSK cabang Meulaboh, Aceh Barat. (sal)