Google Maps Luncurkan Fitur Layer Covid-19 Pekan Depan


Jakarta – Google Maps memberikan update tentang fitur barunya yang ditujukan untuk menandai wilayah yang terdapat infeksi COVID-19. Fitur ini tentunya sudah dinantikan banyak orang, karena sangat bermanfaat untuk mengetahui peta sebaran COVID-19 secara realtime.

Sebenarnya, layer COVID-19 pada Google Maps ini sudah dikembangkan sejak awal September lalu oleh Jane Manchun Wong. Namun, akan resmi diluncurkan dan siap dipakai oleh pengguna Google Maps secepatnya pada pekan depan. Begitu juga dengan di Indonesia, nampaknya fitur ini belum bisa digunakan. Masyarakat Indonesia harus menunggu kembali kapan resminya fitur tersebut dapat tersedia di Google Maps Indonesia.

Dilansir dari Inet (24/09), fitur ini mulai digulirkan untuk Android dan iOS pada pekan ini. Nantinya layer COVID-19 akan bisa diakses di lebih dari 220 negara dan teritori. Setelah mendapat update ini, Anda bisa mengakses fitur tersebut dengan cara membuka Google Maps. Lalu tap tombol layers yang terlihat seperti dua kotak bertumpuk di sisi kanan atas layar, kemudian klik layer “COVID-19 Info”.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman resmi Google, layer COVID-19 menampilkan rata-rata 7 hari untuk jumlah kasus baru per 100.000 orang. Layer ini juga menunjukkan apakah jumlah kasus meningkat atau menurun. Penanda untuk tiap layer adalah warna yang menunjukkan :

  • Abu-abu: Tidak ada kasus
  • Kuning: 1-10 kasus
  • Oranye: 10-20 kasus
  • Oranye tua: 20-30 kasus
  • Merah: 30-40 kasus
  • Merah tua: 40+ kasus

“Google mengklaim kalau data ini diambil dari berbagai sumber, seperti John Hopkins, Wikipedia hingga data resmi dari WHO. Nantinya area-area itu akan ditandai dengan warna untuk memudahkan pengguna mengenali tingkat penyebaran virus ini. Tidak hanya itu, Google juga memberikan label bilamana terjadi kasus trending, baik itu naik atau turun,” dikutip dari Tek.id.

Layer COVID-19 Info yang hadir di Google Maps nantinya diharapkan mampu membantu orang-orang yang akan berpergian agar lebih waspada dengan daerah yang ingin dikunjunginya. Fitur ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu informasi yang akurat mengenai peta persebaran pandemi COVID-19.

Product Manager Google Maps, Sujoy Banerjee, juga menegaskan jika adanya fitur COVID-19 Info ini memang dirancang untuk membantu orang membuat keputusan yang lebih tepat tentang kemana harus berpergian dan apa yang harus dilakukan.(teknologi.id)