Kericuhan Sempat Warnai Pelaksanaan Silahturahmi Jamaah MPTT Se-Aceh


Aceh Barat Daya – Sejumlah massa membuat kericuhan saat acara silaturahmi jamaah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) di gampong Kedai Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, sedang berlangsung pada Sabtu (19/9/2020) malam.

Kericuhan terjadi sekira pukul 22.30 WIB di simpang Masjid gampong Kedai Paya. Sejumlah massa itu dihadang oleh petugas keamanan yang sedang berjaga-jaga mengamankan jalannya kegiatan.

Sulaiman (45), seorang warga yang menyaksikan kericuhan tersebut kepada KitaNews, mengatakan ada sekitar puluhan massa yang membuat kericuhan.

“Saya lihat ada sekitar 50-an massa yang melakukan aksi dorong mendorong dengan petugas kemanan,” sebut Sulaiman.

Menurut Sulaiman, aksi dorong mendorong dengan petugas keamanan itu dipicu oleh adanya sikap penolakan dari sejumlah massa terhadap kegiatan jamaah MPTT Abdya.

“Saya tidak tau persis mereka datangnya dari mana, tetapi informasi yang berkembang katanya mereka ialah santri-santri dari pondok pesantren,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Pemuda Islam (PI) MPTT Abdya M. Adami, SP ketika ditemui langsung oleh KitaNews, memberikan keterangan bahwa pihaknya selaku pemuda islam sangat menghargai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang menolak kehadiran MPTT di Abdya.

“Itu haknya mereka, akan tetapi alangkah baiknya ini diselesaikan secara elegan dengan berdiskusi bersama atau bermuzakarah,” terang Adami.

Adami menyatakan, dengan adanya aksi unjuk rasa itu justru akan menyebabkan perpecahan sesama umat islam.

“Selaku pemuda islam, kami sangat menyesalkan aksi anarkis tersebut, jika memang persoalannya adalah perbedaan pendapat mari kita duduk berdiskusi,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar kedua belah pihak untuk saling menahan diri tidak berbuat tindakan anarkis.

“Jamaah yang datang itu tujuan mereka untuk beribadah, berzikir dan berdoa kepada Allah agar bangsa ini terhindar dari bala, jadi untuk apa dihalang-halangi,” tegasnya

Dia berharap agar pihak Forkompinda Kabupaten Abdya segera mengambil langkah konkrit untuk memediasi persoalan perbedaan pendapat dalam beragama, sehingga cepat berakhir.

“Kami sangat mengharapkan Forkopimda Abdya segera memanggil kedua belah pihak, agar persoalan perbedaan pendapat ini cepat selesai,” demikian harap Adami.(sal)