Menteri Desa Usulkan Pendamping Desa Dikontrak secara Multiyears


Aceh Barat Daya – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengusulkan Pendamping Desa di Indonesia akan dikontrak secara multiyears mulai 2021.

Hal tersebut disampaikan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jum’at (18/9/2020), sebagaimana diupload di akun youtube Sahabat Desa Nusantara.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab dipanggil Gus Menteri itu, mengatakan agar pendamping desa tidak memiliki tekanan batin dan tetap tenang dalam bekerja setiap tahunnya tidak was-was dengan kemungkinan kontrak diperpanjang atau tidak.

“Salah satu tekanan batin adalah jangan setiap tahun kemudian digalaukan dengan perpanjangan kontrak, nah itulah makanya cita-cita saya pendamping desa itu nanti masuk kedalam pegawai P3K,” ungkap Gus Menteri.

Ia juga mengatakan, jika cita-citanya itu terwujud, maka pendamping desa akan menempatkan posisi setara dengan ASN, akan tetapi tidak mendapatkan dana pensiun dan berkarir sebagai tenaga fungsional.

Meskipun demikian, ujarnya, perjalanan itu masih jauh, namun Kemendes PDTT akan tetap berupaya semaksimal mungkin mewujudkan cita-cita tersebut, dan mengaku telah menemukan formula perpanjangan kontrak pendamping desa, walaupun masanya pendek.

“Salah satunya telah ditemukan formula yaitu kontrak kerja dengan pendamping desa tidak lagi setiap tahun, tetapi kita lakukan sesuai ketentuan peraturan yang ada, hari ini yang bisa kita tempuh minimal 2 tahun sekali dilakukan perpanjangan kontrak,” jelas Gus Menteri.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jatim itu, menceritakan sebelumnya Kemendes PDTT telah membentuk tim yang bertugas untuk mengurus perihal perpanjangan kontrak pendamping desa.

Namun, tambahnya, yang bisa dilakukan hanya secara multiyears, yaitu minimal 2 tahun.

“Namanya pak Tito yang saya tugaskan, saya katakan kalau bisa P3K, beliau langsung berdoa, Kemudian, dia lapor ke saya gak bisa, terus saya katakan lagi yang bisanya apa? Multiyears, setelah dihitung-hitung yang bisanya cuma 2 tahun,” beber Abdul Halim.

Oleh karena itu, ia berharap mulai tahun 2021 sudah bisa diupayakan secara mulitiyears, ialah selama 2 tahun sekali dilakukan perpanjangan kontrak bagi pendamping desa.

“Kita berharap per tahun 2020 menuju tahun 2021 nanti kita sudah bisa MOU 2 tahunan, tidak lagi setahunan,” pungkasnya.

Reporter: Salman Syarif