Aundiensi dengan Plt Gubernur Aceh, Unicef dan PKPM Aceh Minta Dukungan Pelaksanaan PKSAI


Banda Aceh – Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat Aceh bersama Unicef dan Dinas Sosial Aceh melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Kamis (17/9/2020).

Pertemuan secara Virtual ini bertujuan untuk mengkordinasikan pelayanan bagi anak melalui program Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) dan Program Psikosial Support respon Covid-19 yang dilaksanakan di Aceh.

Kepala Kantor Unicef Aceh, Andi Yoga Tama menyampaikan dari kasus-kasus anak yang paling banyak terjadi di Aceh adalah kekerasan terhadap anak dan anak berhadapan dengan hukum.

PKSAI sebagai wadah yang memberikan pelayanan bagi kesejahteraan sosial anak di Aceh secara komprehensif selama ini sudah dipraktikkan dengan baik guna merealisasikan hak anak.

Untuk sementara belum ada lembaga pemerintah yang diberikan mandat pelayanan secara penuh dan tuntas, karenanya keterlibatan berbagai sektor secara terintegrasi akan memudahkan dan mempercepat bagi anak untuk memperoleh hak dasarnya.

PKSAI merupakan kolaborasi layanan lintas sektoral demi pemenuhan layanan dan perlindungan anak.

Pada tahun 2019, Aceh mendapat dukungan Unicef untuk membentuk PKSAI di 3 Kabupaten Kota di Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh Barat dan Lhokseumawe. Ketiga daerah ini hanya stimulasi yang diharapkan bisa direplikasi oleh daerah lain.

PKSAI memberikan solusi untuk memenuhi layanan dasar bagi anak dengan melibatkan semua lintas sektor untuk menuntaskan semua persoalan anak.

Tantangan implementasi PKSAI adalah kurangnya kordinasi layanan di tiap kabupaten, SDM, anggaran, data kerentanan anak juga belum valid sehingga perencanaan tidak maksimal.

Program Manager PKPM Aceh Dr Mahmuddin M.Si didampingi Direktur PKPM Dr Muslim Zainuddin M.Si mengatakan pelaksanaan program PKSAI akan berakhir pada Desember 2020.

Lebih lanjut Mahmuddin meminta dukungan pemerintah daerah agar mereplikasi PKSAI dikabupaten lainnya di Aceh dan berharap agar program yang sudah dirancang tetap bisa terlaksana walaupun nantinya tidak dilakukan pendampingan oleh Unicef.

Hingga saat ini sektariat PKSAI sedang menyusun Peraturan Bupati dan peraturan walikota untuk memperkuat keberadaan Unit Pelayanan PKSAI.

“Dalam waktu dekat kita akan melaunching program dukungan psikososial support bagi anak korban terdampak Covid 19 di Aceh, kita minta kesedian pak PLT untuk melaunching program tersebut” ujar alumni IPB Bogor ini.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan bahwa visi misi pemerintah Aceh terhadap perlindungan anak dan hak asasi manusia menjadi komitmen pihaknya.

Lebih lanjut Nova Iriansyah mengatakan pemerintah Aceh akan mensupport pelaksanaan PKSAI di Aceh.

“Kita minta pelaksanaan PKSAI ini di konsolidasikan dengan mitra pemerintah lainnya seperti dinas perlindungan perempuan dan anak dan dinas koperasi dan ukm. Saya pikir yang terpenting bagaimana secara politik dan goodwil dari saya, akan saya dukung, saya minta konsolidasi dari hulu ke hilir,” ujar Nova Iriansyah.

Pada tahun 2019 Pemerintah Aceh melalui dinas sosial telah membantu mobiler untuk mebantu pelaksanaan pelayanan UP PKSAI di Aceh.