Dampak Corona, Jutaan Orang Keluar dari Peserta BP Jamsostek


Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyatakan pandemi virus corona (covid-19) mendorong tren tenaga kerja keluar dari kepesertaan. Tercatat, jumlah peserta peserta yang keluar mencapai 4,91 juta pekerja pada periode Januari-Juli 2020.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto mengungkap jumlah tersebut naik 8,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 4,53 juta peserta keluar.

Data BP Jamsostek mengungkapkan peserta paling banyak keluar pada Mei yakni 696.056 pekerja. Jumlah ini melonjak hingga 24,76 persen dibandingkan Mei 2019 lalu yakni 557.911 karyawan.

Sementara itu, total peserta BP Jamsostek tercatat sebanyak 49,73 juta karyawan per Juli 2020. Jumlah itu setara 53,79 persen dari total tenaga kerja Indonesia yang mencapai 131,03 juta karyawan.

Sejalan dengan itu, BP Jamsostek mencatat pencairan klaim kepesertaan program Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp18,1 triliun daro 1,4 juta pengajuan klaim sepanjang Januari-Juli 2020. Jumlah itu naik sekitar 26 persen dibandingkan posisi per Juni lalu yakni Rp14,35 triliun.

“Kemudian yang mengurus klaim di BP Jamsostek hingga Juli sebanyak 1,4 juta tenaga kerja dan kami sudah bayarkan Rp18,1 triliun kepada 1,4 juta tenaga kerja yang urus klaim,” ucap Agus dalam rapat bersama Komisi IX, Rabu (26/8/2020).

Jika ditengok berdasarkan alasan pencairan klaim, mayoritas dari pekerja atau 78 persen mengaku mengundurkan diri. Lalu, sebanyak 20 persen merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK), sedangkan 2 persen sisanya karyawan pensiun.

Berdasarkan kelompok usia, maka mayoritas dari tenaga kerja yang mencairkan klaim berusia 20-30 tahun sebesar 46 persen. Lalu, 30-40 tahun sebanyak 29 persen dan 40-50 tahun 15 persen.

Disusul, 50-57 tahun sebesar 7 persen, 57 tahun 2 persen, sedangkan sisanya 1 persen karyawan berusia 15-20 tahun.

Sumber: CNN Indonesia