Jalan Gampong Lhung Tarok Selesai Diaspal dengan Dana Desa


Aceh Barat Daya – Gampong/Desa Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selesai membangun jalan desa dari aspal sepanjang 250 meter.

Jalan aspal tersebut berlokasi di lorong suka mandi dusun tiga gampong setempat.

Anggaran pembangunan jalan aspal itu bersumber dari dana desa tahun anggaran 2020.

Pj. Keuchik Gampong Lhung Tarok, Jasmi Wali yang didampingi Kaur Perencanaan gampong setempat, Yusri Yos, S.Pd, Kamis (13/8/2020) kepada media ini, mengatakan jalan aspal yang telah selesai dibangun oleh pemerintah desa itu bersumber dari dana silpa tahun 2019 lalu.

“Alhamdulillah pekerjaan aspal jalan di desa kita sudah selesai sepanjang 250 meter,” ungkap Jasmi.

Ia menjelaskan, kegiatan pembangunan jalan aspal tersebut sebelumnya telah rampung perencanaan di masa kepemimpinan Pj. Keuchik lama Zainal Arifin.

Hal itu dikatakannya, sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun anggaran 2020.

“Sumber dananya dari dana silpa tahun lalu, dan telah tertuang dalam perencanaan masa Pj. keuchik lama pada APBG tahun ini,” sebut Jasmi.

Jasmi menyebutkan, permukaan jalan tersebut dilapisi oleh aspal latasir (lapis tipis aspal pasir), atau sering dikenal dengan sebutan lapisan “aspal goreng.”

“Lapisan jalannya dari aspal latasir atau aspal goreng,” tambahnya lagi.

Ia juga menerangkan alasan pihaknya membangun jalan dari aspal latasir.

Dari aspek penganggaran, jelasnya, pihak desa belum mampu mengalokasikan dana desa untuk bangun aspal hotmix.

Pasalnya, aspal hotmix butuh anggaran biaya lebih besar, sehingga pihaknya pada saat itu dengan anggaran dana desa yang ada cuma mampu merencanakan kegiatan tersebut dari aspal latasir.

“Biaya bangun jalan dari aspal hotmix besar, jadi anggarannya belum cukup untuk itu,” ujarnya.

Selain itu, alasan lain, katanya masih ada kebutuhan infrastruktur-infrastruktur lain di desa yang juga perlu dibangun menggunakan dana desa tahun anggaran 2020.

Seperti, sebutnya pekerjaan peningkatan jalan dusun satu, jalan samping pendopo, rehab pagar poskesdes, lanjutan pagar kuburan, dan jembatan plat sejumlah 2 unit.

Menurutnya, semua item pekerjaan tersebut memerlukan biaya yang bersumber dari dana desa juga.

Lanjut Jasmi, ia juga menjelaskan, aspal latasir sangat tepat dipakai untuk skala pekerjaan di tingkat desa, serta kualitasnya pun juga jauh lebih tahan lama jika dibandingkan rabat beton.

“Kualitas aspal latasir dibawah hotmix, dan lebih tahan lama daripada kita bangun rabat beton,” katanya.

Jasmi mengungkapkan, pengaspalan jalan latasir di desanya itu menelan anggaran sebesar Rp. 192 jt, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun oleh pihak konsultan.

Selain itu juga, paparnya, untuk ukuran dasar jalan lebarnya 6 meter, namun pihaknya hanya mengaspal seukuran 3 meter.

Hal itu dijelaskannya lagi, kedepan sisa ruas 3 meter, yaitu sebelah kiri dan kanan bahu jalan akan dilakukan rabat beton masing-masing 1,5 meter.

Akan tetapi, katanya lagi jikalau tidak terkendala dengan anggaran dana desa tahun depan 2021.

“Insyaallah tahun depan jika tidak ada kendala dan dana desa mencukupi, maka kita akan rabat sisi kiri dan kanan ruas bahu jalan selebar masing-masing 1,5 meter lagi,” jelasnya.

Lanjut Jasmi, ia kembali menuturkan pihak desa berencana tahun depan akan membangun aspal yang sama dari latasir pada lokasi ruas-ruas jalan lain di desa.

Akan tetapi, tambahnya, juga harus melihat pos anggaran dana desa tahun 2021.

“Mudah-mudahan saja tahun depan 2021 tidak terkendala dengan aturan, apalagi ditengah situasi pandemi covid-19 saat ini dana desa banyak terkuras untuk BLT,” tambahnya.

Saat ini, dikatakannya bahwa, pihak desa sedang memetakan keuangan dana desa perubahan tahun 2020.

Hal tersebut dilakukan, mengingat ada pengurangan dana desa (DD) APBN dan alokasi dana gampong (ADG) APBK akibat bencana wabah covid-19.

“Saya sudah perintahkan sekdes, dan tim PPKG desa untuk menyusun dokumen APBG perubahan tahun 2020,” pungkasnya.

Namun, sebutnya efek dari penyusunan APBG perubahan tersebut mengakibatkan terpangkasnya beberapa item kegiatan dalam APBG awal.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan kita putuskan dalam musyawarah desa untuk penetapan APBG perubahan 2020, yang mana saja kegiatan yang kita pangkas,” tutupnya.

Reporter: Salman Syarif