Bea Cukai Dorong Pengusaha Ekspor Melalui Pelabuhan di Aceh


Banda Aceh – Bea dan Cukai terus mendorong pengusaha melakukan ekspor berbagai komoditas melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada di Aceh guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh Isnu Irwantoro di Banda Aceh, Senin, mengatakan dengan adanya ekspor langsung dari pelabuhan di Aceh juga akan meningkatkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.

“Ekspor melalui pelabuhan di Aceh akan memacu pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Ekonomi yang meningkat akan mengurangi angka kemiskinan,” kata Isnu Irwantoro.

Isnu Irwantoro mengatakan Aceh memiliki banyak potensi komoditas ekspor, di antaranya dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Kemudian, komoditas tersebut diekspor melalui pelabuhan di Aceh. Bukan melalui pelabuhan di luar Aceh, yang selama ini dilakukan.

“Kami mengajak pemerintah daerah di Aceh menggali potensi produk lokal yang bisa diekspor. Kami siap memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor langsung dari Aceh,” kata Isnu Irwantoro.

Isnu Irwantoro menyebukan seperti yang dilakukan terhadap PT Sultana Biomas Indonesia. Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kuala Langsa yang memfasilitasi perusahaan tersebut mengekspor melalui Pelabuhan Kuala Langsa.

Komoditas diekspor PT Sultana Biomas Indonesia, sebut Isnu Irwantoro, berupa cangkang kelapa sawit dengan jumlah 7.060 metrik ton. Ekspor perdana cangkang kelapa sawit tersebut dengan tujuan Pelabuhan Tomakomai, Jepang.

“Potensi penerimaan negara atas ekspor cangkang kelapa sawit tersebut mencapai Rp722 juta. Kegiatan ekspor dari Pelabuhan Kuala Langsa tersebut membuktikan bahwa potensi ekspor melalui pelabuhan di Aceh semakin terbuka lebar,” kata Isnu Irwantoro.

Isnu Irwantoro mengharapkan ekspor cangkang kelapa sawit tersebut menjadi pemicu bagi perusahaan lainnya melakukan kegiatan ekspor melalui pelabuhan di Aceh.

Selain PT Sultana Biomas Indonesia, ada dua perusahaan juga melakukan ekspor dari pelabuhan di Aceh, yakni PT Agritrade Cahaya Makmur dan PT Sari Dumai Sejati. Kedua perusahaan itu produk kelapa sawit dan turunannya.

“Karena itu, kami terus mendorong perusahaan-perusahaan mengekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Aceh. Ekspor langsung dari Aceh ini sebagai upaya memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang kini masih berlangsung,” kata Isnu Irwantoro.

Sumber: Antara