Rafli: Seniman Tidak Pernah Mati dalam Situasi Apapun


Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, Rafli, mengatakan seniman tidak pernah mati dalam melahirkan karya. Bahkan dalam pandemi Covid-19 ini dan kondisi terpuruk sekaligus, dapat dijadikan inspirasi dalam menelurkan karya fundamental sekaligus fenomenal.

“Seniman itu tidak pernah mati di situasi apapun dan tetap terus memberikan kontribusi melalui karya-karyanya,” ujar Rafli di Banda Aceh, Jumat (24/7/2020).

Rafli menyemangati agar para seniman terus berkarya dalam kondisi apapun. Diakui Rafli, Ia merasakan betul bahwa karya-karya terbaik seringkali lahir dalam keadaan yang sangat terpuruk. Maka dari itu, suasana pandemi global ini dapat dijadikan inspirasi dalam berkarya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Aceh dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, yang memberikan ruang khusus bagi seniman Aceh untuk terus berkarya ditengah pandemi Covid-19, melalui Even Seni Virtual yang sedang berlangsung.

“Saya melihat pemerintah saat ini sangat mensuport seniman melalui even seni virtual ini,” ujarnya.

Sementara, Ia juga menyambut baik dengan kehadiran kantin baru di komplek UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh. Kehadiran kantin TB Koffie dengan konsep kekinian itu dapat memberikan nuansa serta semangat baru bagi para seniman berkesenian.

Dikatakannya, UPTD Taman Seni dan Budaya merupakan dapur besar dari lahir dan terawatnya kesenian dan kebudayaan di Aceh. Rafli juga mengungkapkan kebahagiannya melihat antusias pengunjung di UPTD Taman Budaya semakin meningkat dengan keberadaan kantin sebagai tempat berkumpul.

“Alhamdulillah saya betul-betul bahagia sekali hari ini, dimana taman budaya ini bisa kembali hidup dengan suasana kekinian. Ada rasa lama yang melebur dengan rasa kekinian,” sebutnya.

Apresiasi secara langsung juga Ia sampaikan kepada Kadisbupar Aceh, Jamaluddin. Menurutnya, inisiatif yang dilakukan Jamal berdampak sangat besar bagi keberlangsungan serta hidupnya Taman Budaya melalui diizinkannya pembukaan kantin di sana.

“Saya mengapresiasi pak Kadis, karena disini akan terjadi multi efek ekonomi bagi seniman sekaligus menjadi tempat terbuka bagi publik untuk menyatu dalam rasa kesenimanan di Aceh,” pungkas politisi PKS yang juga seniman asal Aceh ini.